Cara menggunakan printer yang benar supaya awet - falahbayhaqi.com | Blog media informasi dan teknologi
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara menggunakan printer yang benar supaya awet

Bagaimana cara menggunakan printer yang benar supaya awet dan tidak mudah rusak ? Salah satu perangkat yang paling sering bermasalah yaitu printer, entah itu untuk kantor maupun rumah. 


Biasanya printer akan sering bermasalah ketika sudah berumur panjang dalam penggunaan rutinnya. Namun tidak jarang juga printer yang tergolong masih baru sudah mulai menunjukkan masalah ketika sedang beroperasi.


Hal ini bisa terjadi karena masih banyak pengguna yang tidak mengetahui cara menggunakan printer yang benar agar bisa lebih berumur panjang. 


Nah, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tips-tips berguna dalam penggunaan printer yang benar agar umur pakainya bisa lebih panjang. 


Sebab kita tahu bahwa barang elektronik pastinya mempunyai masa pakai yang terbatas. Namun sebisa mungkin dengan penggunaan yang benar maka bisa membuat printer tersebut menjadi lebih maksimal lagi. 


Cara menggunakan printer yang benar supaya awet

Cara menggunakan printer yang benar supaya awet


1. Gunakanlah kertas yang masih baru


Gunakanlah kertas yang masih baru dan ukuran yang sesuai pada tiap merk printer sesuai petunjuk resminya. Jangan sekali-kali memasukan kertas yang sudah pernah terlipat karena itu bisa membuatnya macet. 


Kertas yang kusut atau terlipat ketika dimasukkan kedalam printer maka saat macet dapat membuat komponen dalam printer menjadi cepat rusak.


Belum lagi saat ingin mencoba mengambil kertas yang sudah macet tersebut dengan cara paksa. Maka hal itu juga bisa membuat printer lebih cepat rusak sebab bagian dalamnya telah terdapat bagian kertas yang telah sobek. 


Karena itu sebisa mungkin untuk menghindari kertas kusut dan menggunakan kertas baru yang masih sesuai standar agar bisa membuat mesin printer menjadi lebih awet.


2. Menggunakan stabilizer


Selain komputer yang komponennya sangat sensitif dengan kestabilan listrik. Pada printer jenis apapun juga pastinya sensitif dengan tegangan listrik yang tidak stabil.


Sebagai barang elektronik tentunya kita harus memberikan perlindungan ekstra agar printer tersebut bisa memiliki umur pakai yang lebih lama. 


Sebab kita tahu bahwa suplai listrik PLN di tanah air ini masih terbilang jauh dari kata stabil. Tegangan sering naik turun yang tentunya bisa memperpendek usia printer itu sendiri. 


Belum lagi ketika printer sedang beroperasi tiba-tiba mati lampu atau listrik yang bisa membuat komponen dalamnya ada yang rusak.


Biasanya akan error pada bagian tertentu yang menyebabkan printer atau slot tertentu menjadi tidak terdeteksi ketika terhubung ke perangkat lain seperti PC atau laptop.


Nah, untuk menghindari ini tentunya kita sebagai pemilik wajib menggunakan stabilizer agar tegangan listriknya bisa selalu stabil.


Pastikan juga kapasitas daya listrik rumah lebih besar dari daya printer itu sendiri, sebab akan percuma jika daya listrik rumah ternyata masih kurang besar dari daya printer.


Sebagai contoh printer laser yang biasanya membutuhkan hingga 1000 watt dalam pengoperasiannya maka jangan sekali-sekali memasangnya pada rumah yang hanya berdaya 900 watt.


Hal ini bisa membuat sikring rumah sering mati dan tentunya bisa membuat printer menjadi cepat rusak. Pastikan daya rumah anda telah mencukupi agar bisa menggunakan printer dengan benar supaya lebih awet. 


3. Menggunakan Toner Cartridge yang asli


Untuk pengguna printer laser sebaiknya saat toner sudah mau habis atau harus ganti yang baru maka gunakanlah merk yang asli bawaanya. 


Sebab lebih terjamin meskipun harganya sedikit lebih mahal dari yang versi KW-nya. Perlu anda ketahui bahwa menggunakan toner merk yang tidak asli atau abal-abal maka dapat memperpendek umur printer itu sendiri. 


Toner Cartridge yang bukan merk aslinya biasanya lebih mudah rusak yang bisa berdampak pada komponen printer lainnya. Maka dari itu sangat dianjurkan sekali untuk menggunakan toner merk ori agar masalah seperti kebocoran bisa diminimalisir. 


Bubuk toner yang bocor tersebut dapat mengkontaminasi komponen bagian dalam printer yang bisa merusak atau memperpendek umur pakai printer itu sendiri. 


4. Rajin membersihkan printer


Barang apapun yang jika diletakkan lama tanpa dibersihkan pastinya akan menjadi kotor oleh tumpukan debu. Pada barang elektronik yang dalam hal ini printer tentunya bisa berdampak serius akibat dari adanya debu yang telah menumpuk.


Debu atau kotoran lainnya yang jika sampai mengenai bagian penting printer maka sangat berpotensi untuk merusak baik itu kerusakan kecil maupun besar. 


Dengan rajin membersihkan printer maka setidaknya debu atau kotoran lainnya tidak akan mengenainya. Sehingga hasil cetak dan kinerja printer itu sendiri tetap bisa berjalan dengan baik setiap kali digunakan. 


5. Melakukan print secara rutin agar tinta tidak beku


Khusus untuk printer yang menggunakan tinta cair maka wajib hukumnya untuk terus digunakan untuk mengeprint agar tidak terjadi penyumbatan.


Printer infus yang sudah lama tidak diguanakan maka biasanya ketika digunakan kembali akan membuat kualitas hasil cetaknya menurun drastis. 


Hal ini bisa terjadi karena tinta yang ada pada head cartridge telah membeku atau mengeras sehingga bisa merusak head printer itu sendiri. 


Belum lagi penyumbatan tinta pada bagian selang infus yang tentunya sangat merepotkan ketika kita membenarkannya kembali. 


Tangan bisa belopotan dan hasilnya tetap nihil. Nah, sebelum semua itu terjadi maka ada baiknya untuk melakukan print setiap hari agar tinta tersebut tidak mengeras yang bisa memperpendek umur printer itu sendiri. 


6. Letakan printer di tempat yang sejuk


Ketika printer sedang beroperasi khususnya printer laser maka akan menghasilkan panas yang cukup tinggi. Karena itu untuk menghindari overheat sebaiknya letakkan printer ditempat yang sejuk seperti di tempat ruangan berAC.


Selain itu hindari juga dari paparan sinar matahari langung karena printer yang panas ketika beroperasi tersebut akan menerima panas lagi yang dari matahari.


Dengan demikian akan menjadi sangat panas yang bisa merusak komponen dari printer laser itu sendiri. Komponen printer laser seperti OPC Drum itu sangat sensitif terhadap sinar matahari, sehingga jika dibiarkan dalam jangka waktu lama maka dapat merusak printer itu sendiri. 


Letakanlah printer diruangan yang sejuk agar bisa menjaga suhu tetap dingin terlebih ketika sedang beroperasi untuk mencetak dalam jumlah yang banyak.


Tips mengambil kertas yang terjepit printer


Meskipun sudah hati-hati sekali dalam menggunakan printer, pasti ada kalanya juga kertas terjepit tetap terjadi. Hal ini bisa terjadi karena kertas kusut yang hanya pada bagian tertentu saja tidak anda amati dengan baik ketika memasukkannya ke dalam printer. 


Nah, untuk mengambilnya supaya tidak sampai merusak komponen printer tentu ada cara tersendiri. Pertama kertas yang sudah terlanjur masuk dan macet itu jangan langsung dipaksa keluar karena bisa merusak komponen dari printer itu sendiri. 


Hal benar yang harus anda lakukan yaitu dengan membuka penutup printer terlebih dahulu untuk bisa mengakses kertas macet itu lebih baik.


Setelah terbuka maka tariklah kertas macet itu dengan perlahan searah keluarnya arus perputaran menuju keluar. Dengan demikian kertas bisa keluar tanpa harus merusak komponen akibat tarik paksa.


Nah, untuk menghindari hal ini lagi maka bersihkan terlebih dahulu bagian permukaan roller yang sudah kotor oleh debu. 


Kotoran yang telah menumpuk inilah yang biasanya menjadi biang kerok kertas menjadi terjepit dalam printer.